Jl. Pakem Kalasan, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, 55571 | +6281804263338
Definisi Lengkap Pupuk Sebagai Nutrisi Tanaman dan Sejarahnya

Definisi Lengkap Pupuk Sebagai Nutrisi Tanaman dan Sejarahnya

Apa itu pupuk dan manfaatnya bagi pertanian? Pupuk sendiri memiliki banyak sekali manfaat terutama untuk membuat tanaman menjadi lebih subur hingga hasil panen melimpah. Dengan demikian, petani juga akan diuntungkan karena hasil panen bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

Apa Itu Definisi dan Pengertian Pupuk Menurut Para Ahli

Apa Itu Pupuk

Keberadaan pupuk sangat dibutuhkan di bidang pertanian mulai dari zaman dulu hingga sekarang. Lantas apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan pupuk itu? Para ahli mengemukakan pendapat mereka mengenai pengertian dari pupuk, seperti yang berikut ini.

Hamidah DKK (2010)

Pupuk merupakan bahan organik yang ditambahkan ke dalam tanah merupakan pupuk. Pupuk merupakan bahan baik alami maupun buatan yang ditambahkan pada tanah, supaya kesuburan tanah dapat meningkat.

Sutedjo (1999)

Pupuk adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik maupun anorganik dengan maksud mengganti kehilangan unsur hara dari dalam tanah yang bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dalam keadaan lingkungan yang baik.

Novizan (2005)

Pupuk adalah material yang ditambahkan ke tanah atau tajuk tanaman dengan tujuan melengkapi ketersediaan unsur hara. Bahan pupuk yang paling awal digunakan adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman, dan arang kayu.

Arisman dkk (1981)

Pupuk adalah bahan yang mengandung zat hara dibutuhkan oleh tanaman. Pemupukan dalam bidang pertanian dilakukan dengan membenamkan sejumlah pupuk ke dalam tanah, yang terdapat akar tanamannya, dengan kata lain, pupuk yang diberikan tidak langsung dimana ikan, akan tetapi dipakai oleh jasad renik yang disebut plankon.

Dari penjelasan para ahli di atas maka bisa disimpulkan jika pengertian pupuk adalah bahan yang mengandung nutrisi tertentu yang bagus untuk pertumbuhan tanaman.

Penggunaan pupuk biasanya dilakukan dengan cara dimasukkan ke dalam tanah yang terdapat akar tumbuhannya. Selanjutnya, tanaman akan menyerap nutrisi pupuk untuk keperluan tumbuh kembangnya.

Sejarah Asal Mula Penggunaan Pupuk

Apa Itu Pupuk

Kapan sebenarnya penggunaan pupuk mulai dilakukan? Pupuk sudah mulai digunakan sejak manusia mengenal bidang pertanian yaitu sekitar 5000 tahun yang lalu.

Pemupukan untuk memperbaiki kesuburan tanah terdapat pada zaman kebudayaan tua manusia di berbagai daerah yang dialiri oleh sungai-sungai Nil, Amerika Latin, Euphrat, Indus, dan lain sebagainya.

Daerah yang dialiri sungai menjadi sangat subur karena terkena endapan lumpur yang di dalamnya mengandung unsur hara.

Dan pada tahun 1837, seorang pengusaha Inggris yakni John Bennet Lawer memulai percobaan untuk mengetahui efek dari kotoran hewan sebagai pupuk tanaman. Percobaan tersebut dilakukan pada tumbuhan yang tumbuh di dalam pot.

Selanjutnya, ia mematenkan pupuk dari kotoran hewan pada 1842, dimana kotoran hewan ia buat dicampur dengan fosfat dan asam sulfat. Tidak hanya itu, ia juga meminta bantuan kepada Joseph Henry Gilbert yang pernah belajar di Liebig di University of Giessen untuk menjadi direktur penelitian di Experimental Station Rothamsted yang ia dirikan di atas tanah miliknya.

Penelitian dilakukan untuk menyelidiki pengaruh dari pupuk anorganik serta organik dan bagaimana hasilnya jika keduanya dicampurkan.

Lantas bagaimana perkembangan pupuk di Indonesia? Pupuk sendiri sudah dikenal sejak lama oleh para petani. Setelah adanya revolusi hijau, banyak petani menggunakan pupuk buatan. Apalagi, dulunya petani mendapatkan subsidi yang membuat harga pupuk menjadi lebih murah. Petani juga menggunakan pupuk buatan karena prakris.

Sayangnya, penggunaan pupuk buatan tersebut membuat petani menjadi ketergantungan kepada produk dan berdampak negatif pada tanah. Tumbuhnya kesadaran akan pupuk buatan yang memberi pengaruh buruk, membuat petani banyak yang beralih menggunakan pupuk organik.

Penggunaan jenis pupuk ini dianggap lebih aman digunakan serta tidak merusak lingkungan. Alhasil, tanah juga bisa digunakan bercocok tanam secara berkali-kali dan tetap subur.

Fungsi dan Manfaat Pupuk

Apa Itu Pupuk

Selain mengetahui apa itu pupuk dan sejarahnya, penting juga untuk tahu manfaat pupuk dalam pertanian. Para petani banyak membeli dan menyetok pupuk di rumah bukanlah tanpa alasan, namun ada beberapa alasan penggunaan pupuk terhadap pertanian yakni karena banyaknya manfaat yang bisa didapatkan.

Mempercepat hasil produksi

Pupuk bisa digunakan dalam mempercepat hasil produksi tanaman, entah yang berupa sayuran ataupun tanaman buah. Seperti yang diketahui, aktivitas pengolahan tanah yang dilakukan secara terus menerus di bidang pertanian membuat tanah kehilangan unsur haranya.

Namun berbeda jika tanah tersebut diberi pupuk yang berguna untuk meningkatkan kadar hara di dalamnya. Dengan menggunakan pupuk, tanaman bisa kembali tumbuh subur dan cepat menghasilkan buah atau hasil panen lainnya.

Menyuburkan tanaman

Pupuk memberikan nutrisi kepada tanaman agar bisa tumbuh dan berkembang secara baik. Hal ini tentu berbeda jika tumbuhan yang ditanam sama sekali tidak diberi pupuk dan membiarkannya tumbuh sendiri begitu saja.

Tanaman membutuhkan zat-zat tertentu untuk menunjang pertumbuhannya. Dan zat tersebut bisa berasal dari tanah, sekaligus pupuk yang dimasukkan ke dalam tanah.

Tahan terhadap serangan serangga

Pupuk juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan tanaman. Dengan secara rutin memberikan pupuk pada tanaman, ia juga akan tumbuh secara baik dan lebih tahan terhadap serangga.

Anda juga bisa mengonsumsi hasil panen secara lebih aman karena tanaman dalam kondisi yang sehat. Produk pertanian tersebut juga bisa dijadikan sebagai komoditi perdagangan yang menguntungkan karena kualitasnya bagus.

Merangsang tumbuh kembang tanaman

Metode stek banyak digunakan untuk memperbanyak jumlah tanaman yang ingin di budiyakan. Agar teknik memerbanyak tanaman bisa dilakukan secara lebih baik dan cepat, maka penggunaan pupuk bisa dilakukan.

Pupuk dapat memaksimalkan teknik setek dengan merangsang pertumbuhan akar, daun, dan juga batang dari tanaman.

Dengan banyaknya manfaat yang bisa didapatkan maka penggunaan pupuk sebaiknya dipertimbangkan mulai dari sekarang. Untuk mencari jenis pupuk yang tepat, Anda bisa sesuaikan sendiri dengan jenis tanaman yang ditanam. Pastikan juga jika pupuk tersebut digunakan sesuai dengan aturan dan takaran yang tepat.

Penggunaan sesuai dengan takaran membuat berbagai manfaat pupuk di atas bisa didapatkan. Alhasil, sebagai pemilik tanaman, Anda juga akan mendapatkan banyak keuntungannya. Biasanya beda jenis pupuk, beda juga cara penggunaannya.

Jenis dan Klasifikasi Pupuk

Apa Itu Pupuk

Pupuk dibagi menjadi beberapa jenis dan bisa dilihat dari material pembuatan hingga cara penggunaannya. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa segera simak ulasan yang berikut ini.

Jenis pupuk berdasarkan material bahan pembuatannya

Jika dilihat dari sumber pembuatan bahannya, Anda bisa menemukan jenis pupuk organik dan juga yang anorganik. Keduanya memiliki bahan pembuatan serta kelebihan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa simak perbedaan dari kedua jenis pupuk ini :

  • Pupuk organik => Biasanya dibuat dari bahan alam mulai dari pelapukan tanaman dan hewan. Beberapa contoh dari pupuk organik antara lain adalah pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk humus, hingga jenis pupuk organik buatan. Kelebihannya adalah tidak merusak lingkungan sehingga aman digunakan.
  • Pupuk anorganik => Pupuk buatan yang memiliki kelebihan seperti halnya praktis untuk digunakan. Jenis pupuk yang termasuk dalam pupuk anorganik antara lain adalah pupuk NPK, ZA, TSP, hingga jenis pupuk urea.

Jenis pupuk berdasarkan bentuk fisiknya

Dilihat dari bentuk fisik, ada pupuk padat dan juga pupuk cair yang bisa digunakan dalam menyuburkan tamaman.

  • Pupuk padat => Jenis pupuk yang satu ini bisa berbentuk butiran ataupun juga dalam bentuk tablet, dan tepung. Jenis pupuk yang satu ini biasanya mengandung unsur hara makro.
  • Pupuk cair => Jenis pupuk yang satu ini diproduksi dalam bentuk cair. Biasanya mengandung unsur hara mikro. Meski demikian, Anda tetap bisa mendapatkan beberapa jenis pupuk makro dalam wujud cair

Jenis Pupuk Berdasarkan Kandungan Unsur Haranya

Ada pupuk tunggal dan juga jenis pupuk majemuk, seperti ulasan yang berikut ini :

  • Pupuk tunggal => Jenis pupuk yang satu ini memiliki 1 macam unsur hara saja dan biasanya unsur hara makro primer. Jenis pupuk tunggal adalah pupuk, N, P, dan K.
  • Pupuk majemuk => Jenis pupuk yang satu ini kandungan unsur hara di dalamnya lebih dari 1 macam. Contoh dari jenis pupuk majemuk antara lain adalah pupuk NP, NK, dan NPK.

Jenis pupuk berdasarkan cara aplikasi penggunaannya

Berdasarkan aplikasinya, pupuk dibedakan menjadi pupuk daun dan akar. Berikut ini perbedaan dari kedua jenis pupuk tersebut.

  • Pupuk akar => Pupuk yang satu ini digunakan dengan cara menaburkan pupuk di sekeliling tanaman. Biasanya, jenis pupuk ini adalah pupuk yang memiliki kandungan unsur hara makro di dalamnya. Untuk jenis pupuk akar sendiri ada NPK, urea, TSP, dan jenis pupuk yang lain.
  • Pupuk daun => Jenis pupuk yang satu ini merupakan pupuk yang cara penggunakannya adalah dengan disemprotkan pada bagian daun. Jenis pupuk yang satu ini biasanya mengandung unsur hara mikro. Penyemprotan pupuk bisa dilakukan dengan menggunakan

Jenis Pupuk Berdasarkan Cara Melepaskan Unsur Hara

Unsur hara sendiri adalah komponen yang diperlukan oleh tanah untuk menunjang pertumbuhan dari tanaman yang dibudidayakan. Adapun jenis pupuk berdasarkan cara melepas unsur haranya antara lain adalah sebagai berikut.

  • Fast release => Yang artinya pupuk ini mengandung unsur hara yang bisa dengan mudah dan juga cepat di serap oleh tanaman. Sebagai contoh dari jenis pupuk ini adalah KCL dan juga ZA. Jenis pupuk bisa dimanfaatkan langsung oleh tanaan setelah ditebarkan ke media tanam.
  • Slow release => Merupakan pupuk yang akan melepaskan unsur hara yang ia miliki secara perlahan. Salah satu jenis dari pupuk ini adalah pupuk TSP. Beberapa manfaat dari pupuk TSP adalah untuk mempercepat terjadinya pertumbuhan sistem perakaran dan pematangan buah pada tanaman.

Meski memiliki bentuk hingga cara penggunaan yang berbeda antar satu dengan yang lain, namun pupuk pada dasarnya memiliki manfaat yang sama. Pupuk dalam bentuk cair ataupun padat berguna dalam meningkatkan kesuburan tanah dan membuat proses panen menjadi lebih cepat.

Produksi Pupuk Bisa Dijadikan Peluang Usaha

produksi dan peluang usaha

Bagi Anda yang jeli memanfaatkan peluang, maka keberadaan pupuk bisa dijadikan sebagai ide pendirian usaha. Salah satunya adalah dengan mendirikan usaha yang memproduksi pupuk untuk kemudian didistribusikan kepada para petani.

Apalagi, tidak sedikit para petani yang mengeluhkan pupuk di pasaran langka atau mahal. Sehingga, tidak ada salahnya jika Anda memanfaatkan momen ini sebagai peluang usaha untuk menambah sumber pendapatan.

Jika sudah mengetahui target pasar dan modal sudah siap, maka tidak ada salahnya untuk segera merealisasikan jenis usaha produksi pupuk. Namun, ketahui dulu jenis pupuk apakah pupuk organik atau anorganik yang akan diproduksi.

Jika modal yang dimiliki terbatas, maka tidak ada salahnya untuk memproduksi jenis pupuk organik. Berikut ini adalah kelebihan dalam mendirikan usaha pupuk organik.

Selalu dibutuhkan

Anda tentu tahu betul jika jumlah petani di Indonesia sangatlah banyak. Hal ini tidak lepas dari kondisi wilayah Indonesia yang mendukung pertanian karena subur dan cocok untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Tidak heran jika banyak masyarakatnya yang membutuhkan pupuk untuk membantu menyuburkan tanaman mereka.

Semakin banyak jumlah petani pada suatu wilayah, maka semakin tinggi juga kesempatan produk pupuk yang Anda buat terjual.

Harga terjangkau

Dibandingkan dengan jenis pupuk yang lain, pupuk organik memiliki harga yang lebih hemat di kantong. Tidak heran jika kemudian produk pupuk organik banyak diincar oleh para petani dalam negeri.

Manfaatnya tidak perlu diragukan lagi

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan jenis pupuk organik. Beberapa diantaranya adalah untuk meningkatkan jumlah dan juga kualitas panen dari tanaman yang dibudidayakan. Jenis pupuk yang satu ini juga bisa digunakan untuk mengurangi penyakit, hingga mempercepat waktu panen.

Asal digunakan secara baik dengan takaran yang tepat, jenis pupuk yang satu ini juga akan membuat hasil pertanian bisa berkembang seperti yang diinginkan.

Bahan baku yang mudah

Bahan baku untuk jenis pupuk yang satu ini sangat mudah dan bisa ditemukan di lingkungan sekitar. Beberapa jenis bahan baku pembuatan pupuk yang bisa digunakan antara lain adalah kotoran ternak, daun-daunan, gula pasir, jerami, bubuk gergaji, dan lain sebagainya.

Peralatan yang sederhana

Sama seperti pembuatan jenis pupuk yang lain, pembuatan pupuk organik juga mmebutuhkan beberapa alat yang harus disiapkan. Beberapa diantaranya pompa, alat pemotong rumput, drum, terpal, selang, wadah, sabit, timbangan, sarung tangan, ayakan, dan lain sebagainya.

Selain itu, Anda juga membutuhkan lahan untuk dijadikan sebagai lokasi untuk pembuatan pupuk tersebut. Lahan sendiri bisa menggunakan lokasi yang tidak digunakan atau bisa juga dengan cara menyewa jika memiliki modal.

Mudah pemasarannya

Mengingat ada banyak petani yang ada di Indonesia, tidak heran jika hal ini mempermudah pemasaran dari pupuk. Karena target pasarnya sudah jelas, Anda tinggal mempromosikan pupuk yang dijual secara offline atau dengan media sosial sebagai bentuk pemasaran digital.

Untuk pemasaran online sendiri, Anda bisa memanfaatkan instagram atau bahkan facebook agar jangkauan pelanggan juga semakin luas. Selanjutnya, Anda tinggal memanfaatkan jasa pengiriman barang untuk mendistribusikan pupuk ke berbagai wilayah sesuai dengan alamat pemesan.

Mengetahui apa itu pupuk dan manfaatnya, sangat penting terutama bagi Anda yang bekerja di dunia pertanian. Pupuk sendiri memiliki andil yang begitu besar terhadap hasil panen petani lokal karena bisa membuat hasil panen semakin banyak dan berlimpah.

Apakah Anda berminat melakukan investasi serta memulai bisnis di bidang pertanian? dan ingin memiliki pabrik pupuk klik disini.

Jika ingin ikut Anda bisa segera menghubungi solusi investasi dan agro bisnis dari solusiagro. Kami siap membantu Anda dalam menjalankan ide usaha pertanian agar mampu berhasil dna berkembang ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Tutup